korupsi berjamaah, siapa imamnya ?

Standard

ibarat orang yang kena penyakit kanker stadium 4, itulah kondisi Indonesia yang sedang terkena penyakit gawat bertajuk “KORUPSI” .. bedanya orang yang terkena kanker cenderung bertaubat untuk mengisi sisa hidupnya yang mungkin sudah tak lama lagi..

sebaliknya indonesia yang ber-penyakit “KORUPSI” bukannya bermuhasabah merenungi dan berusaha menyembuhkan penyakitnya justru semakin memperparah kondisi yang terjadi.. tidak ada satupun pimpinan di negeri ini yang merasa malu akan budaya korupsi terbeut..

berbeda halnya dengan pemerintahan di Jepang.. sudah dua kali perdana menteri jepang yang mengundurkan diri karena merasa malu tidak dapat melakukan perbaikan pada pemerintahan yang dipimpinnya semasa dia menjabat..  sangat jauh berbeda dengan di Indonesia yang pemimpinnya banyak melontarkan pernyataan yang justru tidak memihak pada kesejahteraan rakyat banyak, bahkan banyak pejabat yang ‘kemaruk’ (bahasa jawa-nya) terhadap kekuasaan yang dipegang..

kenapa korupsi di indonesia bisa dibilang berjamaah, karena salah satu ciri korupsi di indonesia menurut Alatas  adalah dilakukan lebih dari satu orang. nah kalau orang yang sholat berjamaah pasti ada imamnya, sedangkan korupsi berjamaah di indonesia apa juga ada imamnya ? kalau memang ada siapa imamnya ? jawabnya yang pasti ya pemimpinnya..

seorang pemimpin itu bertanggung jawab akan baik buruknya yang dipimpin dalam hal ini kesejahteraan masyarakat indonesia.. lemahnya komitmen dari semua pihak serta besarnya wewenang pejabat yang kurang terkontrol malah justru semakin menyuburkan praktek korupsi berjamaah..

 lalu apa yang bisa kita lakukan? apakah kita hanya dapat pasrah dan membebankan pemberantasan korupsi pada pundak KPK.. kita sebagai bagian dari masyarakat semestinya dapat ikut ambil bagian dalam pemberantasan korupsi.

atau bisa saja kita ikut ambil bagian dengan berlaku jujur, dalam berkeluarga dan bermasyarakat. mengajari anak kita supaya bersikap jujur misalnya. mungkin hanya itu yang bisa kita lakukan sekarang pada diri dan keluarga, but it significant effect for the future of indonesia..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s