Bangga Menjadi seorang ibu rumah tangga

Standard

i’m not yet a full time mom right now, but someday i will

ummu madrasatul ulla

oleh Ummu Ayyub (sumber : milis AsSunnah)

Seringkali wanita modern saat ini dianggap lebih hebat jika menjadi seorang pekerja yang sukses dengan gaji puluhan juta per bulan bila dibandingkan dengan menjadi seorang ibu rumah tangga. Beberapa hal berikut adalah alasan mengapa harus menjadi ibu rumah tangga :

1. Ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Bukankan ada sebuah pernyataan tentang maju mundurnya sebuah negara bergantung pada sosok wanita, yaitu seorang ibu.
2.  Sebuah tanggung jawab, Jelas sekali menjadi seorang ibu adalah bertanggung jawab akan anak-anaknya, baik perawatannya, pendidikannya terlebih lagi perilaku serta akhlaqnya.

3. Siapa menanam, dia akan menuai benih. Ibaratnya apa yang kita perlakukan sekarang untuk anak kita, pasti akan kita rasakan dampaknya nanti kalau si anak sudah tidak lagi muda, dan saat itu sudah tidak ada waktu lagi untuk kembali dan memperbaiki semuanya.

Anak merupakan investasi dunia dan akhirat bagi orang tua, Setiap upaya yang kita lakukan demi mendidiknya dengan ikhlas adalah suatu kebajikan. Setiap kebajikan akan mendapat balasan pahala dari Allah SubhanahuwaTa’ala. Tidak inginkah hari kita terisi dengannya ? Atau memang  yang kita inginkan adalah kesuksesan karir anak kita, meraih hidup yang berkecukupan, cukup untuk membeli rumah mewah, mempunyai keluarga yang bahagia.Tanpa memperhatikan bagaimana aqidah, bagaimana ibadah.

Ketika usia sudah tidak lagi muda, atau bahkan tubuh ini hanya mampu berbaring dan tak bisa bangkit dari ranjang untuk sekedar berjalan. Siapa yang mau mengurus kita kalau kita tidak pernah mendidik anak-anak kita?Bukankah mereka sedang sibuk dengan karir mereka yang dulu pernah kita banggakan, atau mungkin sedang asik dengan istri dan anak-anak mereka?

Ketika malaikat maut telah datang, ketika jasad telah dimasukkan kekubur, ketika diri sangat membutuhkan doa padahal pada hari itu diri ini sudah tidak mampu berbuat banyak karena pintu amal telah ditutup, siapakah yang mendoakan kita kalau kita tidak pernah mengajari anak-anak kita?

Lalu…Masihkah kita mengatakan jabatan ibu rumah tangga dengan kata `cuma’ ? dengan tertunduk dan suara lirih karena malu?

Wallahua’lam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s