Setia Hingga Akhir Ajal

Standard

Ditulis : 11:19 AM 8/12/2011

paman suamiku sudah cukup lama menikah, hingga usianya yang hampir setengah abad belum juga kunjung memperoleh keturunan. istriny dulu sempat hamil 2 kali, kemudian keguguran dan sampai sekarang masih belum hamil lagi.

paman itu seorang yang luar biasa,, kenapa ?

sejak setahun yang lalu, istrinya mulai sakit-sakitan,, mulai dari terkena demam berdarah sampai parah dan harus opname di rumah sakit.. hingga sekarang sang istri harus terbaring lemah di tempat tidur karena perutnya yang terus membesar berisi cairan dari livernya yang rusak.. setiap perut itu penuh cairan, sang istri tak bisa mengkonsumsi apapun, termasuk air, karena menurutnya ruangan untuk air tersebut tak bisa ditampung perutnya.. jadi kalau tetap dipaksakan makan dan minum-pun tentunya akan kembali keluar ..

solusinya setiap perut itu penuh, harus dibawa ke dokter untuk disedot cairan dalam perutnya,, dokter manapun sudah coba di datangi, tapi mereka hanya bisa  geleng-geleng kepala,, kenapa cairan tersebut terus keluar seolah-olah ada sumbernya..

sementara itu, paman selalu setia menemani, tak berkeluh kesah, tak juga protes pada tuhan.. saya pun selalu berdo’a semoga sang istri diberi kesembuhan ..

dalam sehari ini saya sudah membaca 2 kisah tentang kesetiaan pasangan, pertama tentang  seorang suami yang setia merawat istri-ny yang terkena kanker tulang (bahkan pasutri ini belum pernah melakukan hubungan suami istri sejak pertama kali menikah) dan kedua tentang seorang nenek tua yang merawat suaminya yang terkena Alzheimer..  dan kisah ketiga ternyata berada di sekitar saya..

sementara itu, di TV seringkali kita melihat berita perceraian, perselingkuhan artis/tokoh yang semakin umum terjadi.. entah apa mereka merasa itulah jalan paling akhir yang bisa mereka tempuh.. atau memang tak ada lagi makna kesetiaan dalam nurani mereka.. rasanya semakin mudah saja saat ini untuk memutuskan cerai/berkhianat..

aku-pun menikah,, baru seumur jagung pernikahanku, mungkin tidak bisa dibilang sudah mengerti seluk beluk pernikahan.. tapi sudah mulai kurasakan juga bagaimana riak-riaknya..
jelas di awal pernikahan tiap pasangan berharap dan berdoa this is the first and last wedding in life..  namun, entah lah setan apa yang menggoda atau mungkin nasib yang tidak berpihak yang membuat pernikahan itu bisa kacau berantakan..

aku tak berani beranda-andai kali ini.. setidaknya,, pasangan suami istri yang saling setia  sampai mati, bahkan dengan kondisi yang tidak sempurna pun masih ada di dunia ini.. bergantung bagaimana nurani kita berbicara.. doa’ ku  supaya Allah menjagaku dan suami agar tetap istiqomah sebagai pasangan suami – istri dengan ketidaksempurnaan masing-masing.. (rabbana wataqabbal du’a’)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s