Pap Smear (in my point of view)

Standard

 Cara mendeteksi kanker serviks yang paling jitu adalah dengan melakukan pemeriksaan pap-smear , hal ini tentu saja dilakukan bagi wanita yang sudah pernah melakukan hubungan suami istri. Pap smear dianjurkan dilakukan bagi wanita menikah minimal 1 tahun sekali, dan terlebih lagi sangat dianjurkan bagi wanita yang menggunakan alat KB IUD, mengapa ? karena IUD merupakan ‘barang asing’ yang diletakkan dalam mulut rahim kita, jadi dikhawatirkan dengan adanya IUD tersebut akan mengganggu kondisi kesehatan organ reproduksi kita.

Saya sendiri baru melakukan pap smear satu kali, kurang lebih 8 bulan setelah pemasangan IUD. Syarat-syarat untuk melakukan pap smear, antara lain :

  • Tidak dalam keadaan menstruasi, baru selesai atau akan menstruasi
  •  Tidak baru saja melakukan hubungan suami istri (minimal 2 hari sebelumnya tidak melakukan ML), hal ini mengikuti umur sperma yaitu 2 x 24 jam

Syarat tersebut dibuat, supaya hasil pemeriksaan murni  tidak terpengaruh hal lain yang tidak diperlukan  saat dilakukan pengambilan sample.

Ternyata syarat tersebut juga bisa berbeda antara satu DSOg dengan yang lainnya. Ada yang tidak mempermasalahkan apakah setelah melakukan ML atau tidak, mungkin juga bergantung dari kecanggihan pemeriksaan di laboratoriumnya.

Pelaksanaan pap smear bisa dilakukan minimal 6 bulan sekali, bisa dilakukan di bidan, laboratorium, dokter spesialis kandungan maupun klinik kesehatan yang menyediakan layanan pap smear. Biaya nya bervariasi, sekitar 100 rb – 500 rb. Saya sendiri melakukan pemeriksaan pap smear di DSog, biaya-nya Rp.150rb (relative murah).

Hasil dari pap-smear ada kelas atau tingkatannya. Yang paling baik adalah golongan I, itu berarti organ reproduksi kita dalam keadaan sehat. Saya termasuk yang golongan II, artinya ada sedikit peradangan akibat bakteri yang muncul di sekitar serviks, namun tidak termasuk yang berbahaya dan memicu kanker serviks, tapi tetap saja harus diobati dengan antibiotic dan rutin menggunakan cairan pencuci miss V yang terpercaya.  DSOg, saya bilang untuk wanita yang menggunakan KB IUD hal itu wajar terjadi, akibat IUD yang dianggap sebagai benda asing oleh organ reproduksi kita yang menyebabkan hal itu terjadi. Tapi bukan berarti wanita yang ber-KB IUD berpotensi besar mengalami kanker serviks.

Saran saya, lakukanlah pap smear, tak perlu takut untuk melakukannya. Metode-nya hanya diambil sample sedikit dari cairan vagina kita untuk dilakukan pengujian, tidak sakit kok, jika sakit pun itu hanya bersifat sementara. Kalau memang ragu atau takut sakit, lakukan pada layanan kesehatan yang anda percayai atau telah direkomendasikan banyak orang.

Pap smear adalah salah satu langkah deteksi dini untuk mengetahui kanker serviks. Jadi lebih baik dideteksi dini, daripada terlambat..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s