Serba – Serbi Usaha Roti

Standard

pada acara pelatihan yang diadakan oleh kantor saya minggu kemarin, ada salah satu peserta nya yang mempunyai usaha pembuatan roti dan cake untuk pesanan hajatan di kampung-kampung. karena selama pelatihan kurang ada kesempatan bagi saya untuk ngobrol dan sharing dengan bpk nanang (peserta tersebut).. jadinya saya dan beberapa teman kemarin menyempatkan diri untuk sowan ke tempat usaha beliau di kab. Jombang (perbatasan dengan kota mojokerto)..

saat tiba di tempat beliau, saya lihat tempat usahanya ukurannya cukup besar, tapi ternyata tidak cukup besar untuk produksi roti kurleb 10.000bj/hari untuk ukuran kecil.. tempatnya masih terlalu sumpek..

beliau banyak bercerita ttg pengalamannya berusaha roti,, untuk usaha roti modal mesin awal yang diperlukan hanya 2 , yaitu mixer dan oven. untuk semua jenis roti manis, adonan yang dibuat sama saja, perbedaan hanya terletak pada variasi isian, topping dan bentuk roti.

bahan dasar untuk pembuatan roti manis ini, antara lain :

    • gula pasir
    • tepung
    • telur
    • susu bubuk
    • mentega
    • garam, sedikit saja
    • bahan pengembang
    • bahan pengempuk

kalo’ untuk variasi isi bisa kita beli yang sudah jadi di toko bahan kue, atau membuat sendiri..

untuk segi pemasaran, bpk. nanang pertama kali memasarkan rotinya di warung-warung, kemudian setelah 1 bulan banyak yang diretur daripada yg terjual, beliau mengubah strategi dengan mendatangi orang-orang yang akan mengadakan hajatan baik itu pernikahan/sunatan/dll. beliau mendatangi mudin, rias manten, KUA, toko bunga, dll.. yang berkaitan dengan hajatan.

saat ini beliau sudah memilik 15 sales roti. untuk mesin yang dimiliki ada 4 oven skala besar, 2 mixer kapasitas 10kg (max.) dan 1 mesin pembagi adonan roti..

jika dibandingkan saat dulu memulai usaha ini, pak nanang memulai dari keadaan tidak ada alias ‘nol’ . modal uang yang beliau pergunakan berasal dari pekerjaannya menjadi kuli tembakau, beliau kumpulkan sedikit demi sedikit untuk membuat mixer sendiri… yg modelnya masih kuno dan suaranya pun sangat berisik, kemudian untuk oven beliau dulu masih menggunakan oven kecil rumahan, akibatnya di bagian atas harus diberi arang panas, supaya roti lebih matang atas dan bawah..

kalau melihat dari penuturan beliau, dan juga melihat langsung praktek membuat roti di tempat produksi beliau sepertinya tidak susah untuk membuka usaha roti. disamping itu, pak nanang juga bilang.. klo usaha roti itu untungnya cukup besar asalkan laku.. jadi harus berupaya keras supaya roti tetap laku.. itu prinsip beliau..

tapi saya juga tidak akan bilang smua yang sudah beliau capai itu mudah.. jelas saya melihatnya itu sekarang, saat beliau sudah mapan.. tapi tentang perjuangan dan duka beliau selama memulai dan menjalani usaha.. smua itu tentu sangat berat…

if u haven’t a try and fall down, u not success yet ~~ ve

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s