Mitos & Fakta Seputar Kanker Serviks

Standard

Sebelum menikah, saya pernah mendapat sebuah artikel kiriman dari teman tentang bahayanya kanker serviks. Saya sebenernya pada saat itu juga memiliki sedikit kekhawatiran akan penyakit itu, karena semasa pertengahan semester 3 saya kuliah S1, saya mengalami keputihan yang berlebihan dan berbau, pokoknya sangat menganggu. Selama 1  tahun, saya belum berani melakukan pemeriksaan, hingga akhirnya saya merasa sangat terganggu, baru saya melakukan pemeriksaan, dan syukur Alhamdulillah itu disebabkan oleh jamur yang masih bisa diobati.

Lalu apa kaitannya kanker serviks dengan keputihan ? salah satu tanda umum pada kanker serviks adalah terjadinya keputihan yang berlebihan, berbau dan berwarna hijau pekat. Tanda lain yang juga patut diwaspadai sebagai salah satu keanehan, adalah rasa sakit yang berlebihan saat akan mengalami menstruasi ataupun sesudahnya.

Berikut ini adalah mitos dan fakta yang saya dapatkan dari sebuah brosur tentang Resiko Kanker Serviks.

Mitos :

  • Kanker serviks (leher rahim) sama dengan kanker rahim
  • Tidak perlu khawatir tentang kanker serviks, kejadiannya tidak banyak kok
  • Kanker serviks itu penyakit keturunan
  • Tidak perlu mengkhawatirkan kanker serviks jika sudah memiliki hubungan yang stabil dengan pasangan
  • Kanker serviks hanya terjadi pada perempuan lanjut usia
  • Pemakaian kondom dapat mencegah kanker serviks
  • Gejala kanker serviks mudah dilihat

Fakta :

  • Serviks adalah bagian paling bawah dari badan rahim. Kanker serviks adalah tumbuhnya sel-sel  tidak normal pada serviks.
  • Di Indonesia, 37 perempuan terdiagnosis kanker seviks setiap harinya. Diperkirakan 20 orang perempuan Indonesia meninggal karena kanker serviks setiap hari.
  • Kanker serviks disebabkan oleh virus human papiloma (HPV) yang bersidat onkogenik (penyebab kanker). HPV tipe 16 dan 18 bersama-sama menyebabkan 71% kasus kanker serviks. Tipe HPV onkogenik lainnya penyebab kanker serviks adalah 31, 33 dan 45 yang bersama dengan tipe 16 dan 18 menyebabkan 80% kasus kanker serviks
  • Setiap perempuan dapat terinveksi HPV semasa hidupnya. Bahkan jika telah terinfeksi, tidak berarti bahwa dia akan terlindungi dari infeksi berikutnya. Infeksi persisten virus penyebab kanker serviks dapat mengakibatkan terjadinya sel abnormal dan pra-kanker yang seiring dengan berjalannya waktu dapat berkembang menjadi kanker.
  • Kanker serviks dapat menjadi ancaman semua perempuan tanpa memandang usia. Adenokarsinoma (kanker serviks yang paling agresif) merupkanan kanker serviks yang lebih sering terjadi pada perempuan muda dan lebih sulit terdeteksi melalui skrining/deteksi dini.
  • Kondom tidak sepenuhnya melindungi perempuan dari infeksi HPV karena penyebaran virus tidak hanya melalui penetrasi seksual tetapi bisa terjadi melalui kotnak kulit ke kulit di area genital. Perempuan yang aktif seksual rentan terhadap infeksi HPV sepanjang hidupnya.
  • Kebanyakan infeksi awal HPV dan kanker serviks stadium dini berlangsung tanpa menimbulkan tanda sedikitpun, sehingga penderita masih dapat menjalani keiata sehari-hari . apabila kanker serviks sudah mengalami progresifitas atau stadium lanjut maka gejala-gejala yang timbul antara lain : Pendarahan sesudah senggama, Pendarahan spontan yang terjadi di antara periode menstruasi rutin, Nyeri panggul, dan Nyeri ketika berhubungan seksual

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s