nilai kepemimpinan jaman nabi yang hilang

Standard

sabtu siang kemarin, saya melihat acara ceramah di TVone, tidak seperti biasanya, kyai penceramahnya lumayan suka guyon, tapi tetep tidak kehilangan fokus terhadap materi yang disampaikan.. yang bisa saya share disini seputar ceramah yang saya lihat  tentang kepemimpinan di jaman nabi, bagaimana seorang pemimpin bertindak tanduk, serta  bersikap .

kurang lebih sinopsis-nya seperti ini , :

1.  dicontohkan, dalam sebuah majelis, nabi muhammad saw beserta para sahabatnya dijamu dengan air dalam sebuah kendi, (entah karena kekeringan atau bagaimana, minuman itu hanya 1 kendi untuk seluruh anggota majelis). tentu sebagai pemimpin, para anggota menyerahkan gelas tersebut pertama kepada nabi untuk diminum, tapi nabi tidak serta merta meminum air tersebut, nabi justru menyerahkan minuman tersebut kepada anggota majelis yang tertua, supaya minum lebih dahulu, setelah itu, kendi dikembalikan pada nabi, tapi nabi juga tidak meminumnya, kendi itu diserahkan kepada abu bakar supaya diminum lebih dulu, abu bakar awalnya menolak dan menanyakan kepada nabi, kenapa nabi bertindak seperti itu, kemudian nabi menjawab “pemimpin itu adalah orang pertama yang menghadapi kesengsaraan, dan menjadi orang yang terakhir menikmati kesenangan.”, hingga pada akhirnya, nabi adalah orang yang terakhir minum dari kendi tersebut, setelah semuanya minum..

2. cerita yang pernah saya ingat dulu jaman masih mengaji di TPQ, pada saat kekhalifahan umar bin khatab, pada tengah malam umar melakukan turun lapangan untuk melihat kondisi masyarakatnya secara diam-diam, di sebuah rumah, khalifah umar mendengar ada ibu yang sedang memasak dan anaknya yang menangis. rupanya anak tersebut sedang kelaparan, sementara  sang  ibu  tidak  memiliki  apapun  untuk  dimasak  malam  itu.  Sang  ibupun  berusaha  menenangkan  sang  anak  dengan  berpura-pura  memasak sesuatu  yang  tak  lain  adalah  batu,  agar anaknya tenang dan berharap anaknya tertidur karena kelelahan menunggu. Sambil memasak batu dan tanpa mengetahui  kehadiran  Khalifah  Umar,  sang  ibupun  bercerita mengenai  betapa  enaknya  hidup  khalifah negeri  ini  dibanding  hidupnya  yang  serba  susah.  Umar  yang  mendengar hal tersebut  tidak  dapat  menahan tangisnya, iapun pergi saat itu juga meninggalkan rumah itu. Malam itu ia menuju ke gudang makanan
yang ada di kota, dan mengambil sekarung bahan makanan untuk diberikan kepada keluarga yang sedang kelaparan  itu.  Bahkan  ia  sendiri  yang  memanggul  karung  makanan  itu  dan  tidak  mengizinkan  seorang pegawainya  yang  menemaninya  untuk  membantunya.  Ia  sendiri  pula  yang  memasak  makanan  itu, kemudian  menemani  keluarga  itu  makan,  dan  bahkan  masih  sempat  pula  menghibur  sang  anak  hingga tertidur sebelum ia pamit untuk pulang. Keluarga itu tidak pernah tahu bahwa yang datang mempersiapkan makanan buat mereka malam itu adalah khalifah Umar bin Khatab.  khalifah umar bin khattab dikenal  sebagai  pemimpin  yang  sangat  disayangi  rakyatnya  karena perhatian dan tanggungjawabnya yang sangat luar biasa pada rakyatnya. Salah satu kebiasaannya adalah  melakukan  pengawasan  langsung  dan  sendirian  berkeliling  kota  mengawasi  kehidupan rakyatnya.

3. cerita kepemimpinan khalifah umar bin abdul azis juga sangat menginspirasi. pada suatu malam,  khalifah usman sedang bekerja di ruangannya, tiba-tiba istri khalifah datang menghampiri ingin berbicara khalifah umar bertanya terlebih dahulu terhadap istrinya , “apakah yang ingin engkau bicarakan ini masalah keluarga atau masalah rakyat/negara ?” , sang istri menjawab masalah keluarga, kemudian khalifah umar langsung mematikan lampu minyak yang ada di ruangannya,  khalifah umar menambahkan “lampu minyak tersebut, minyaknya dibeli dari uang pajak yang dibayar oleh rakyatnya”. khalifah umar tidak memanfaatkan kepemimpinannya dan segala fasilitas yang diperoleh dengan sewenang – wenang. khalifah Umar bin Abdul Aziz memberikan tauladan menjadi seorang pemimpin yang jauh dari kemewahan.

mungkin 3 cerita itu adalah sebagian kecil nilai kepemimpinan di jaman nabi yang tidak terlihat aplikasinya dari para pemimpin di negara ini, justru yang terjadi adalah sebaliknya. semoga para pemimpin dan calon pemimpin bisa mengambil hikmahnya serta menjadi panutan dan tauladan yang baik bagi para pemimpin di negeri ini … ingat rakyat sebelum bertindak, jangan yang diingat justru partai/golongan/pribadi.. dan bersegeralah bertaubat selagi sempat karena kiamat tidak menunggu kita taubat..

nabi muhammad saw dan para sahabat sudah memberikan nilai kepemimpinan yang terbaik, tinggal para pemimpin sekarang yang mau/tidak meneladaninya..

kurang lebihnya mohon maaf, wallahualam bi shawab

^-^ Semoga bermanfaat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s