Widyaiswara

Standard

Setelah berdebat lama dengan hati nurani, akhirnya saya putuskan untuk mengikuti pelatihan calon widyaiswara yang berlangsung 37 hari di luar kota. sedih rasanya harus berpisah dan meninggalkan anak serta suami selama itu. sempat berpikir mengajak atha ikut, tapi nanti pasti repot luar biasa, dan aku tidak bisa konsentrasi sepanjang pelatihannya.

satu bulan itu berakhir sudah.. yah 31 mei 2012, lalu sudah selesai serangkaian pelajaran dan kegiatan pada diklat calon widyaiswara itu.. banyak suka dan duka selama selang waktu tersebut. banyak ilmu yang aku dapat, tidak hanya banyak tapi buaanyak (klo orang sidoarjo bicara ya begini ini, lebay)..

diklat calon widyaiswara diperuntukkan bagi para PNS yang formasinya atau berniat untuk menjadi pejabat fungsional widyaiswara. widyaiswara sendiri arti sederhananya, “guru-nya PNS”. widyaiswara seperti saya sebutkan di awal tadi adalah salah satu profesi (jabatan fungsional) yang tersedia bagi para PNS. saat awal masuk menjadi PNS, saya senang mengetahui saya tidak sekedar menjadi staf biasa, tapi bisa mengajar (keinginan awal saya jadi dosen sebenernya) .. tapi setelah masuk ternyata liku-likunya tidak semudah kelihatannya, harus ada proses yang dilalui dan butuh waktu jelasnya..

widyaisawara itu jabatan yang mulia, posisi widyaiswara adalah pelayannya pelayan, kenapa saya bilang begitu. bukankah PNS adalah pelayan masyarakat, lah widyaiswara sebagai guru dari PNS, berarti kan pelayannya pelayan. sayang sekali seperti jabatan fungsional lainnya, widyaiswara tidak terlalu terkenal dan populer di masyarakat, bahkan di kalangkan PNS sendiri sekalipun. karena apa, PNS dan masyarakat umum masih memandang jabatan itu hanya struktural (eselon 1 s.d 4, kepala kantor, dll) saja..

kelebihan dari jabatan widyaiswara ini , menurut hemat saya ;

  • rezekinya insyaallah halal,  seorang widyaiswara kecil kemungkinannya bisa korupsi anggaran, mengapa ? karena seoarang widyaiswara tidak berkecimpung dalam hal-hal keuangan di kantornya. tugas pokoksnya hanya dikjartih PNS..
  • pengetahuannya terus bertambah, karena seorang widyaiswara selalu berhadapan dengan banyak orang sebagai peserta dan mengajarkan ilmu pengetahuan yang baru, tentunya seorang widyaiswara banyak memperoleh ilmu pengetahuan dari peserta maupun belajar sendiri
  • banyak amalan sholihnya, ada 3 amalan yang tidak terputus dari seoarang yang sudah meninggal, yaitu,amal jariyah, do’a  anak yang sholeh, dan ilmu yang bermanfaat..

kalo’ kekurangannya setahuku cuman 1, yaitu klo kita g dapat jam ngajar dari instansi kita. nah itu baru repot.. apalagi klo ky di kantor tempat aku kerja, jumlah widyaiswaranya ada 10, sedangkan diklat yang diadakan cuman 10/tahun.. nah lho klo begitu gimana donk cara dapat poinnya .. (oh iya, untuk jab fungsional, naek pangkat ditentukan dengan yang namanya kredit poin, klo kredit poinnya sesuai dengan nilai minimal untuk kenaikan pangkat, baru bisa naek,,) tapi tenang, seperti kata pepatah ,.banyak jalan menuju roma.. ada banyak cara buat dapat angka kredit selain dengan ngajar.. tak ada akar rotan pun jadi, tak cuman ngajar, nulis pun bisa jadi..

itu sekilas tentang pengenalan widyaisara dan plus minusnya.. lebih lanjut ntar ditunggu tulisan berikutnya, sekarang mo cabut pulang dulu ya..

 

 

2 thoughts on “Widyaiswara

  1. Assalamualaykum. Mbak/Bu, kenalkan saya Ulfa.. Boleh ya saya bertanya beberapa hal, karena saya tertarik dengan profesi wi ini.
    Apakah sekarang Ibu masih jadi wi? Dan sebelum menjadi wi, dulu pns sebagai apa?
    Kalau Ibu berkenan, boleh dijawab ke email saya saja yaa, ulfa_chediri@yahoo.com
    Terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s