masih susah untuk ikhlas

Standard

tepat seminggu yang lalu, saya terkena musibah. uang saya 6,5 juta raib di kantor. padahal uang tersebut itu adalah uang muka perjalanan dinas saya k kalimantan timur hari senin lalu dan uang honor beberapa kegiatan saya. kemungkinan besar uang tersebut hilang di kantor. argh, saya sungguh sangat menyesalkan dan sedih hal tersebut terjadi. klo sekedar uang itu hilang saja, mungkin saya sudah bisa ikhlas. tapi karena itu uang perjalanan dinas kantor. secara otomatis saya berangkat harus menggunakan uang pribadi saya.

keesokan pagi harinya saya harus mengambil hasil tes pap smear saya di SPOg, sebenernya saya tidak berniat mengambil, karena duitnya sudah ga ada lagi. dan terlebih lagi saat saya k kalimantan saya mengunjungi saudara yang kebetulan jg sedang ditimpa musibah. secara otomatis, bertambah lagi pengeluaran saya untuk memberi bantuan pada saudara saya. karena dipaksa oleh suami, saya berangkat k SPOg, di tempat praktek dokter, saya baca beberapa majalah nurul hayat. disitu saya banyak menemukan artikel tentang bagaimana kita bisa menerima musibah dengan ikhlas. dan yakin bahwa Allah akan mengganti dengan hal yang lebih baik di kemudian hari. saya juga bersyukur bahwa allah masih mencintai saya dengan menegur saya melalui musibah ini, sekaligus allah membersihkan rezeki saya dari hal-hal yang mungkin bukan hak saya dan hal-hal yang tidak layak untuk saya konsumsi sekeluarga (haram).

TAPI sekali lagim hati ini berbolak-baliknya sangat cepat, hitungan detik. begitu saya harus berangkat perjalanan dinas yang tiket-nya juga sudah dipesankan oleh kantor… saya pun secara otomatis harus mengeluarkan uang pribadi bagi perjalanan saya tersebut, mulai dari akomodasi, transportasi, hingga uang sisa dari perjalanan dinas yang sesuai dengan pertanggung jawaban saya. tapi setelah itu masih ada lagi kejutan yang lain, saat hari ini masuk dari kantor. gaji ke-13 dibagi.. tapi ya uang itu hanya numpang mampir saja.. (ini anehnya kenapa saya justru jadi semakin menyesalia akan uang yang hilang, berkata seandainya saja tidak hilang..)

ya Allah, saya mencoba untuk bersyukur di saat berlebihan dan bersabar di saat kekurangan. tapi itu masih susah saya lakukan, bantu saya untuk menguatkan hati ini untuk tetap tunduk padamu dan sadar tidak meletakkan hal duniawi diatas urusan akhirat..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s