Negara yang tidak menghargai pahlawannya

Standard

Di saluran TVRI Nasional semalam, ada acara yang menginspirasi saya membuat tulisan ini. Tidak tahu persis saya judulnya apa, karena pada waktu itu sudah di tengah-tengah acara bahkan menjelang usai.

Acara tersebut menayangkan interview dari reporter dengan seorang bapak tua yang duduk di kursi roda, beliau adalah Soekardjo Wilardjito (Alm), saya tidak terlalu minat dengan kisah sejarah.. tapi pada waktu itu entah kenapa tetap meneruskan menontoh kisah sang bapak.. Beliau adalah salah seorang mantan pasukan pengaman presiden RI pertama bapak Ir. Soekarno, sayangnya hingga saat ini jasa beliau tidak diakui oleh negara ini sebagai seorang pahlawan veteran maupun mendapatkan hak pensiunan tentara karena dianggap sebagai salah satu saksi yang melawan kisah sejarah tentang Supersemar (Menodong Bung Karno, Buku Kesaksian Kisah Supersemar karya Beliau).

Beliau dipenjara untuk waktu yang lama tanpa ada proses pengadilan. Setelah usai masa penahanan, Beliau mengadu ke LBH (lembaga bantuan hukum) di Yogyakarta untuk melakukan rehabilitasi terhadap nama baik beliau dan menuntut keadilan akan hak-hak yang belum diterima sebagai seoarang tentara hingga saat ini, akan tetapi hingga beliau wafat pada bulan Maret 2013 lalu, Beliau belum juga mendapatkan hak-nya. Diperlihatkan pula bahwa kondisi rumah tempat tinggal beliau termasuk yang dalam kondisi tidak layak huni, bahkan pada bagian pintu depan rumah beliau tertempel stiker keluarga miskin

Sebelum melihat kisah Bapak Soekardjo, saya juga pernah melihat di TV kisah seorang veteran perang di daerah Jawa Timur, beliau juga tinggal dalam kondisi yang kurang layak, di masa tua nya justru beliau masih bekerja dengan mencari luruhan bunga-bunga di ladang, sawah dan kebun untuk dijual kembali di depan rumahnya.. sungguh miris saya melihat hal seperti demikian..

dua kisah yang ditampilkan tersebut, mungkin tidak memberikan gambaran terhadap semua nasib pahlawan veteran yang ada di Indonesia .. akan tetapi ada satu hal bagi saya yang sangat mengganggu,menurut saya para pahlawan tersebut berjuang sekuat tenaga mempertahankan kedaulatan negara RI dengan berperang bahkan mempertaruhkan nyawanya, dan sekarang bagaimana negara (kita) memberikan penghargaan bagi mereka.. masyarakat indonesia yang sekarang .. ibaratnya lupa kacang akan kulitnya.

banyak yang sibuk mementingkan isi perut sendiri, kepentingan sendiri, kekuasaan dan uang. Di Indonesia, kisah sejarah,budaya bangsa yang  luhur, dan para pahlawan hanya memiliki ruang yang sempit di mata masyarakat. Saat ideologi negara tak dianggap, budaya bangsa mulai luntur, dan sikap egosentris semakin berkembang menjadi tanda masa ‘decline’ bagi sebuah negara..

tak perlu menjadi sejahrawan atau budayawan untuk menghargai sejarah, budaya, ideologi dan pahlawan bangsa.. hanya keyakinan dan loyalitas yang tanpa syarat kepada NKRI tercinta..

teriring do’a dan harapan agar segenap rakyat Indonesia kembali mencintai sejarah, nilai-nilai budaya yang luhur, ideologi dan para pahlawan bangsa… daripada menjadi sebuah negara besar yang maju tapi pemerintahan penuh korupsi, rakyatnya suka berbuat anarkis..

^-^ semoga bermanfaat,

ps : bagi bapak Soekardjo (Alm), semoga keadilan yang diharapkan akan digantikan oleh Tuhan YME sebagai pahala di akhirat..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s