Semen Indonesia Menjadi Kebanggaan Indonesia di Asia

Standard

Oleh : Evi Septiana Pane

Dengan kapasitas produksi sebesar 27,7  juta ton di tahun 2013, PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk, menjadi salah satu industri semen paling terkemuka di Indonesia. Sejak menjadi strategic holding group di Januari 2013, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, semakin mengkukuhkan posisinya dalam industri persemenan baik didalam negeri maupun luar negeri. Penggabungan beberapa opco yakni, Semen Gresik, Semen Padang, Semen Tonasa dan Thanglong Cement Vietnam masih membutuhkan banyak koordinasi strategis untuk meningkatkan kapabilitas holding group secara keseluruhan. Akselerasi koordinasi strategis antar opco di berbagai divisi semakin memperkokoh langkah PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di tahun-tahun berikutnya untuk menguasai pasar semen di Asia .

Posisi Indonesia berada pada urutan ke-16 ekonomi terbesar di dunia beradasarkan nilai PDB, dan di prediksi akan naik pada urutan ke-7 di dunia untuk tahun 2030. Industri semen mendapatkan keuntungan dari hal tersebut, dengan perkiraan akan terjadi perkembangan pasar sebesar 6% di tahun 2014. Industri semen asing maupun lokal di Indonesia terus melakukan perluasan kapasitas guna mengantisipasi pertumbuhan pasar akibat meningkatnya pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah negeri.

Melalui pencapaian market share sebesar 43,8% di tahun 2013, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk optimis akan kembali memenangi persaingan bisnis semen di Indonesia yang lebih ketat di tahun 2014. Masih rendahnya nilai cement consumption per capita Indonesia sebesar 223 kg/kapita menjadi tawaran menggiurkan bagi industri semen asing untuk berinvestasi di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. Sebut saja beberapa pemain semen ternama di dunia seperti Holcim dari Swiss , Siam Cement Thailand, Semen dari Cina dan Lafarge dari Prancis telah siap menambah investasinya untuk tahun 2014 dengan mendirikan pabrik semen berkapasitas 1 – 3 juta ton/tahun.

Kondisi persaingan industri semen di Indonesia masih didominasi oleh tiga pemain besar di bisnis semen, yaitu PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk, PT. Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk dan PT. Holcim Indonesia, Tbk. Persaingan 3 industri besar tersebut tergolong ketat utamanya untuk perebutan market share di pulau Jawa. Akan tetapi pada tahun-tahun ke depan dengan semakin banyaknya pemain asing dalam industri semen di Indonesia membuat PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, wajib menyikapi persaingan dengan strategi yang bertujuan melindungi kepentingan produksi semen dalam negeri serta mempertahankan daya saing semen lokal terhadap tekanan produk dari luar.

Menghadapi persaingan yang makin meningkat serta keterbatasan kapasitas produksi, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, secara konsisten mengutamakan penerapan strategi revenue management dan aktivitas sinergi pemasaran yang intensif. Sebagai tambahan, perseroan akan membangun dua pabrik yang berlokasi di Rembang, Jawa Tengah dan Indarung di Sumatera Barat. Dua pabrik tersebut akan menambah kapasitas holding group hingga 3 juta ton/tahun di akhir tahun 2016. Kapasitas produksi pabrik Rembang dan Indarung di targetkan untuk meningkatkan market share  di Myanmar dan Bangladesh. Selain pendirian dua pabrik di dalam negeri, PT Semen Indonesia (Persero),Tbk berencana kembali melakukan investasi di Asia tenggara, yakni di Burma, Myanmar guna menyaingi Siam Cement Thailand.

IMG_1271

Kemasan Semen Jenis PPC

Optimisme PT. Semen Indonesia bukan tanpa alasan, sebagai industri semen yang 51% sahamnya dimiliki oleh negara, PT Semen Indonesia (Persero) ,Tbk memiliki tanggung jawab besar untuk membawa nama besar bangsa dalam industri persemenan baik Asia maupun Dunia. Didukung dengan ketersediaan bahan baku yang berkualitas, PT Semen Indonesia (Persero) ,Tbk mampu menciptakan keunggulan  komparatif melalui jenis – jenis produk yang dipasarkan. Sesuai dengan tagline yang ditanamkan kepada masyarakat kokoh tak tertandingi , produk PT Semen Indonesia (Persero) ,Tbk sebagai contoh jenis PPC (portland pozzolan cement), memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh produk semen lain yang ada di pasaran.

Dari sisi proses produksi, PT Semen Indonesia (Persero), Tbk sangat diperhitungkan di kancah bisnis semen Internasional. Pabrik di Tuban, Gresik di tahun 2013 merupakan pabrik dengan kapasitas produksi terbesar di Asia yang berada dalam satu lokasi, bahkan mengalahkan Siam Cement Group Thailand maupun Anhui Semen dari Cina. Dari desain kapasitas terpasang pabrik di Tuban, nilai kapasitas produksi tersebut masih dapat terus dioptimalkan melalui efisiensi dan inovasi pada proses produksi.  Peningkatan kapasitas produksi tersebut dilakukan dengan penemuan bahan baku alternatif pengganti, substitusi bahan bakar yang lebih rendah biaya dan ramah lingkungan, serta teknologi-mesin produksi canggih, seperti vertical mill, yang mulai diterapkan di pabrik-pabrik PT Semen Indonesia (Persero), Tbk.

IMG_1235

Pabrik Tuban II

Peningkatan kapasitas produksi semen di seluruh pabrik PT Semen Indonesia (Persero), Tbk berdampak pada  munculnya berbagai isu lingkungan akibat proses produksi maupun penambangan bahan baku. Berbagai dampak terhadap lingkungan dari proses produksi maupun penambangan bahan baku ditangani dengan serius oleh PT Semen Indonesia (Persero), Tbk. Perusahaan juta terus melakukan pemantauan lingkungan. PT Semen Indonesia (Persero) ,Tbk percaya bahwa lingkungan yang ramah akan mendukung perusahaan untuk berkembang bahkan hingga saat ini.

Dalam inovasi teknologi ramah lingkungan melalui bahan bakar biomassa berhasil menghemat konsumsi energi hingga 12%, terendah se-Asia.  Berbagai inovasi ramah lingkungan yang dilakukan PT Semen Indonesia (Persero) ,Tbk menghasilan sederet penghargaan bergengsi di tahun 2013. Di tingkat Asia Tenggara, PT Semen Indonesia (Persero), Tbk meraih prestasi membanggakan dalam ajang ASEAN Energy Awards 2013 yang diikuti oleh seluruh negara di kawasan Asia Tenggara. Sedangkan di tingkat nasional, Kementerian Lingkungan Hidup kembali menganugerahkan penghargaan Proper Emas serta penobatan sebagai perusahaan dengan kategori Green Industry oleh Kementerian Perindustrian pada tahun yang sama. Seluruh prestasi dan penghargaan di bidang lingkungan menjadi bukti bahwa perusahaan tidak melupakan aspek lingkungan dalam performanya. Hal tersebut sekaligus menjadi semangat, untuk tetap ramah dan berkontribusi pada lingkungan sebagai aset masa depan.

Sesuai dengan karakteristik produk semen yang bulky (memiliki bobot yang berat) serta masih tingginya biaya distribusi transportasi produk, menjadi tantangan tersendiri bagi kebanyakan pelaku industri semen di Indonesia. Guna menjawab tantangan tersebut PT Semen Indonesia (Persero), Tbk memilih untuk mendirikan sejumlah gudang penyangga,  packing plant dan grinding plant  yang tersebar di seluruh Indonesia. Sebanyak 30 unit gudang penyangga, 21 packing plant, dan 2 grinding plant yang didirikan di seluruh pelosok negeri merupakan salah satu upaya untuk lebih mendekatkan diri kepada konsumen di daerah dimana belum berdiri pabrik PT Semen Indonesia (Persero), Tbk.

Menjadi pemimpin di pasar domestik merupakan buah dari keunggulan produk yang dimiliki dan penerapan strategi pemasaran yang terpadu. Strategi itu juga didukung keberadaan pelabuhan khusus dan pabrik pengepakan yang tersebar di seluruh Indonesia sehingga sangat membantu dalam efisiensi, terutama untuk efisiensi biaya transportasi dan distribusi.

PT. Semen Indonesia memiliki jaringan distribusi yang mampu menjangkau daerah pemasaran hingga ke seluruh pelosok negeri dengan didukung oleh 361 distributor nasional untuk menjamin kelancaran pasokan semen ke seluruh penjuru Nusantara. Untuk mendukung efektivitas jaringan distribusi yang terdiri dari distributor utama, sub distributor dan toko-toko bangunan, PT Semen Indonesia (Persero) ,Tbk terus membangun dan menambah pelabuhan, packing plant, gudang penyangga, serta media transportasi darat dan laut yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

PT Semen Indonesia (Persero), Tbk terus berupaya menyempurnakan jaringan dan fasilitas pendukung distribusi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia untuk meningkatkan jaminan pasokan semen kepada seluruh konsumennya. Melalui program konsolidasi secara periodik dengan distributor, sub distributor dan toko-toko bangunan , program edukasi kepada tukang dan kontraktor  PT Semen Indonesia (Persero) , Tbk melakukan strategi pendekatan kepada konsumen sekaligus menerapkan Customer Relationships Management (CRM) kepada pelanggan setia PT Semen Indonesia (Persero) , Tbk.

Sejumlah 8 anak perusahaan yang bergerak di berbagai bidang mendukung bisnis utama dari PT Semen Indonesia (Persero),Tbk. Anak perusahaan yang bukan penghasil semen sangat mendukung kinerja holding group secara keseluruhan. Anak-anak usaha atau grup sengaja di arahkan kepada unit bisnis yang mendukung di setiap area dalam bisnis utama.

Image

Gedung Utama Perseroan Di Gresik, Masih Menggunakan Logo Lama PT. Semen gresik

Sebagai salah satu bentuk tanggung jawab perseroan kepada masyarakat sekitar, PT Semen Indonesia (Persero) ,Tbk mengadakan kegiatan-kegiatan yang merupakan Company Social Responsibility (CSR) yaitu dengan berkomitmen melaksanakan Program Kemitraan dan Bina LIngkungan (PKBL). Melalui program ini diharapkan bisa mengembangkan keberadaan usaha kecil, menengah dan koperasi (UMKM), sehingga bisa lebih banyak menyediakan lapangan kerja bagi penduduk setempat. Kepedulian PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, telah ikut menaikkan peringkat kesejahteraan masyarakat yang berada di sekitar lokasi pabrik.

Iklan layanan masyarakat yang dibuat oleh PT Semen Indonesia (Persero), Tbk di tahun 2013 fokus pada penciptaan corporate branding dari holding group. Melalui tayangan tersebut, perseroan mengedukasi masyarakat tentang penggabungan tiga korporasi industri semen besar di Indonesia yaitu Semen Padang, Semen Gresik, dan Semen Tonasa serta satu industri semen asing yang diakuisisi pada tahun 2012 yakni Thanglong Cement Vietnam. Di tahun 2014, PT Semen Indonesia (Persero) ,Tbk melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan ekuitas merk dan loyalitas pelanggan guna mempertahankan posisi market leader. Dengan fokus menonjolkan product branding dari produk yang dihasilkan kepada masyarakat luas melalui berbagai media massa dan komunikasi, PT Semen Indonesia (Persero) , Tbk berupaya untuk mempertahankan besaran market share di Indonesia .

Pengetahuan akan informasi merupakan hal vital bagi para pengambil keputusan dalam sebuah perusahaan, tidak terkecuali perusahaan besar seperti PT Semen Indonesia (Persero),Tbk. Bagi PT Semen Indonesia (Persero), Tbk kebutuhan akan sistem informasi / teknologi informasi adalah hal yang mutlak untuk dipenuhi dalam rangka bertahan dan memperlebar sayap di Asia dan dunia. Dengan sistem informasi / teknologi informasi PT Semen Indonesia (Persero), Tbk dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada seluruh stakeholder perusahaan. Adanya sistem informasi akan meningkatkan daya guna teknologi  dan jika hal tersebut tidak selaras dengan strategi bisnis organisasi, maka justru akan menekan organisasi dalam keunggulan kompetitif.

Di berbagai literatur disebutkan manfaat penyelerasan strategi bisnis kedalam strategi IT akan memberikan kontribusi pada keberhasilan perusahaan. Strategi SI/TI yang selaras dengan strategi bisnis akan menjadi strategy weapon , karena dapat digunakan sebagai strategi untuk memberikan keunggulan kompetitif bagi perusahaan. Tidak ingin ketinggalan dalam hal perencanaan strategis sistem informasi / teknologi informasi, PT Semen Indonesia (Persero),Tbk sejak tahun 2008 telah menyusun Information Communication Technology Masterplan (ICTMP). ICTMP I berlangsung sejak tahun 2008 hingga tahun 2012. ICTMP I masih terfokus pada analisis terhadap teknologi saja, akan tetapi untuk ICTMP II yang disusun pada tahun 2013 akan dilakukan penyelerasan strategi bisnis utama perusahaan beserta kemungkinan perubahan terhadap lingkungan dengan strategi sistem informasi/teknologi informasi yang dibutuhkan.  Melalui ICTMP II , sistem informasi / teknologi informasi yang diterapkan di PT Semen Indonesia (Persero),Tbk diproyeksikan untuk menghasilkan nilai tambah yang lebih besar bagi perusahaan dalam mengembangkan bisnisnya di Asia.

Sejalan dengan rencana pengembangan usaha, perubahan pola usaha sebagai perusahaan multinasional dan perubahan struktur korporasi sebagai Strategic Holding, PT Semen Indonesia (Persero), Tbk dalam mengelola Sumber Daya Manusia (SDM) sebanyak ± 1800 orang telah menerapkan Human Capital Master Plan (HCMP) tahap ketiga yang disebut excellent performance. Perseroan menekankan pengelolaan Human Capital (HC) pada pengembangan kompetensi, karakter dan integritas. Ketiganya merujuk pada satu tujuan, yakni tersedianya HC yang berkompetensi tinggi, berkarakter kuat dan berintegritas untuk mendukung pencapaian visi dan misi Perseroan. Perseroan semakin intensif dalam mengimplementasikan HRIS (Human Resource Information System), Reward Management dan menjalankan hasil rumusan Manpower Planning serta aktif melakukan internalisasi Budaya Korporasi yang disebut CHAMPS. CHAMPS merupakan akronim dari Budaya Korporasi dengan nilainilai dasar: Compete With a Clear & Synergized Vision, Have a High Spirit for Continuous Learning, Act with High Accountability, Meet Customer Expectation, Perform ethically with high Integrity, dan Strengthening Teamwork.

KESIMPULAN

PT. Semen Indonesia (Persero) ,Tbk telah bergerak menjadi Perusahaan Persemenan di tingkat Asia Tenggara dengan menjadi Strategic Holding Company sesuai visi dan misi yang telah ditetapkan. Beberapa langkah strategic yang dilakukan antara lain :

  1. Memperkokoh Brand Equity, dengan menghadirkan 4 (empat) merk produk semen : Semen Padang, Semen Tonasa, Semen Gresik dan Semen ThangLong. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk., perlu mengubah strategi corporate branding menjadi product branding sehingga image produk semen yang dihasilkan dapat lebih dikenal dan dipahami oleh pelanggannya.
  2. Memaksimalkan Efisiensi Operasional, melalui peningkatan efisiensi melalui sinergi pemasaran, standar teknologi pemeliharaan dan penjadwalan program maintenance dan engineering di seluruh unit usaha. Penguasaan dan Transfer Teknologi melalui mesin-mesin dan peralatan produksi seharusnya dapat dilakukan lebih cepat, sehingga ketergantungan spare part dan material dari vendor luar dapat diminimalisasi.
  3. Meningkatkan kapasitas secara berkesinambungan, dengan beroperasinya pabrik “Tuban IV” dan “Tonasa V”, kapasitas produksi meningkat 6 Juta ton menjadi 28,5 juta ton per tahun. Mulai berjalannya proyek pembangunan pabrik semen di Rembang, Jawa Tengah dan Indarung, Sumatera Barat akan menambah kapasitas keseluruhan hingga 5 juta ton/tahun di tahun 2016. Terus mengoptimalkan sejumlah packing plant, gudang penyangga , pelabuhan khusus dan grinding plant yang telah berada di lokasi-lokasi strategis hingga tahun 2015.
  4. Diversifikasi produk,  PT Semen Indonesia (Persero) Tbk., dapat memunculkan varian produk baru dari semen, misalnya : bata ringan, semen instan, dan lainnya untuk menambah strategi diversifikasi produk.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s